Peningkatan Produktifitas Karyawan

Oleh Coach John Arif Purba

Produktifitas selalu menjadi topik yang sangat menarik untuk dibicarakan terlebih dilingkungan perusahaan. Mulai dari masalah terjadinya penurunan produktifitas sampai ke masalah metode tepat dalam melakukan peningkatan produktifitas karyawan.

Salah satu faktor penentu daya saing perusahaan adalah tingkat produktifitas organisasi dan sudah tentu salah satu akarnya adalah produktifitas karyawan. Jika ada dua organisasi yang bergerak dalam bisnis yang sama dan masing-masing memiliki infrastruktur produksi yang sama, sangat mungkin terjadi perbedaan hasil pencapaian. Pertanyaan menarik adalah, apa penyebabnya?

Betul sekali apa yang ada dalam pikiran anda. Penyebabnya adanya perbedaan produktifitas organisasi atau secara spesifik produktifitas karyawan.

Setiap perusahaan sudah pasti selalu berjuang melakukan upaya untuk peningkatan produktifitas karyawan. Paling umum dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan teknis untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan pekerjaannya. Sering saya temukan di beberapa organisasi jika ada sejumah orang telah diberi pelatihan teknis –sebagai contoh katakanlah pelatihan teknik menjual atau selling skill– belum tentu mereka semua menunjukkan kinerja yang sama. Dari beberapa klien yang saya bantu kadang perbedaan tingkat kesulitan arena penjualan digunakan sebagai ‘problem’penyebab kinerja tidak sama. Saya secara pribadi melihat ini sebagai proses rasionalisasi fakta yang merupakan bentuk natural dari upaya membela diri.

Dalam kasus lain, seorang yang semula sangat produktif bisa mengalami penurunan produktifitas pada kurun periode kerja tertentu. Nah ini menarik! Orang yang sama, komptensinya tetap sama, arena bermainnya sama, tapi produktifitasnya menurun.

Jadi pertanyaannya, apa hal pokok yang menyebabkan produktifitas orang berbeda, atau produktifitas menurun, dan apa yang harus dilakukan untuk peningkatan produktifitas karyawan? Kompetensinya sama, infrastruktur kerjanya sama, lingkungannya sama, lalu kok hasilnya beda?

Tentu solusinya tidak semudah membalikkan telur dadar di penggorengan! Langkah awal adalah mengenali faktor-faktor tersembunyi yang mempengaruhi produktifitas seseorang. Kalau judulnya saja sudah tersembunyi, tentu dibutuhkan cara khusus untuk bisa melihat dimana dia tersembunyi dan apa hal yang tersembunyi itu!

Produktifitas dilihat dari hasil.

Hasil ditentukan oleh tindakan.

Tindakan ditentukan oleh pikiran.

Pikiran ditentukan oleh mindset!

Dan mindset inilah yang tersembunyi!

Saya menginvestasikan waktu, tenaga, dan biaya untuk mendalami masalah mindset ini. Orang yang sama, saat mindsetnya bisa ditata ulang akan menimbulkan dampak produktifitas yang sangat berbeda.

Saya ingat Daniel Goleman pernah berkata bahwa sukses seseorang 80% ditentukan oleh attitudenya, oleh mindsetnya. Sehingga peningkatan produktifitas karyawan sangat besar hasilnya jika dilakukan dari area pembenahan mindset karyawan.

Peningkatan produktifitas karyawan dengan pendekatan pengelolaan mindset telah terbukti dalam berbagai proyek yang  saya fasilitasi di berbagai perusahaan. Hasilnya sangat luar biasa. Dalam waktu kurang dari enam bulan bisa dilihat peningkatan produktifitas karyawan terjadi secara signifikan.

Banyak metode yang bisa digunakan untuk menata mindset. Tantangannya adalah bagaimana menemukan mindset yang tepat bagi karyawan anda agar lebih produktif!

Akan saya ulas ditulisan mendatang.

 

Salam kontribusi!

Coach John Arif Purba

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *